Rabu, 09 September 2009
Uji Keberanian
Buruknya dunia jika tanpa adik cowok. Tragisnya dunia jika ada orang yang tak punya malu. Huhuhu…
Kemarin adalah hari yang menyiutkan bagi Rifda. Apalagi disaat melaksanakan puasa Ramadhan. Cobaan… Cobaan… Tapi, ada sepenggal rasa senang yang menyerang.
Liburan gini pasti membosankan kalau hanya bertapa di dalam rumah. Untung ja Rifda ada janji ma cucu’ (Maaf banget ya Ika, karena ku pake’ nama itu). Jam 6 pagi Rifda sudah menenteng sepeda. Wuih, pagi banget ya! Yups, itu untuk menghindari proyek perumahan yang sedang dalam pembangunan. Yang paling Rifda dan cucu’ takutkan, di sana ada Mr. Tukang-Mr. Tukang pengganggu. Selain itu, kita juga menyamar jadi seorang cowok. Pake’ topi, rambut diikat, celana panjang, jaket, n kepala menunduk trus tentunya. Pokoknya gaya cowok banget.
Saat itu kita belajar jadi fotografer, berpetualang di hutan, sampai terjun bebas di dunia maya. Wow!
Suddenly, Rifda n cucu’ ketemu adik Rifda dengan darah mengucur di kaki n tangannya. Olala… ternyata dia jatuh dari sepedanya. Untung ada si calon dokter Rifda yang ga takut darah 'en bisa merban luka-luka itu (karena pemaksaan ke anak PMR untuk ngajari Rifda. Padahal dia lagi ngerjakan pr).
Karena sudah siang, akhirnya Rifda dan adik pulang. Tapi, kita harus lewati proyek perumahan itu. Huft… Dengan ramuan sholawat nabi, Rifda dan adik berjalan. Dag... dig... dug... DUAR, ternyata benar, Rifda digodain ma Mr. Tukang-Mr. Tukang yang ga punya malu itu. Syukur ada adik cowok yang siap melindungi, walaupun sedang terluka. Sholawat… Sholawat… Wow, ternyata berjuta manusia laki-laki tersimpan di sini dan Rifda adalah satu-satunya manusia perempuan. Sholawat… Sholawat… Doa’ pengusir anjing… Sholawat… Sholawat... Akhirnya, dengan selamat Rifda dan adik berhasil menembus Penjara Azkaban itu. Alhamdulillah… Ternyata Allah masih menyayangi Rifda dan adik Rifda…
Di cerita ini, banyak sekali yang dapat kita ambil.
1. Selalu sabar saat mendapat cobaan.
2. Gunakan waktu untuk hal yang positif.
3. Persiapkan cita-cita sedini mungkin.
4. Sayangi 'en lindungi adik (jangan kaya' Rifda! Justru adik Rifda yang melindungi Rifda).
5. Percaya Allah kapan pun, di mana pun.
Kalau ingin berkomentar tentang tulisan Rifda yang tak rupawan ini, silahkan berkomentar! Rifda akan selalu siap mendengarkan.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
Diposting oleh
Coretan Absrakku
di
22.17
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


1 komentar:
Kalo Rifda ce trlalu nekat,,
Pdahal itu kan bisa mmbuat mala petaka,,
..
.
.
.
Tpi, alhamdulillah,,
Rifda juga gug akan ngulangix lagi,,
Cukup smpai d.sini ja kisah sperti ni,,
Posting Komentar