Rifda's Diary

Didunia ini tak ada yang abadi. Semuanya pasti akan musnah.

Kamis, 12 November 2009

Tidak....



Wah, Rifda dah lama menghilang dari dunia blog nie!
Tu semua krna Rifda da UTS n tugas yg numpuuuuuuuuuuuuuuuuk bnget,,,
Pa lgi da berita kalo ujian nasional SMP maju smpai minggu k-4 bulan Maret. Fiuh! Melelahkan bnget,,,

Blog, akhir2 nie Rifda lgi kena virus msalah yg bkin pusing kepalang,,,

1. Rifda berantem ma shabat Rifda,,, Pa lagi harus brhubungan ma nak Diura. Idih! Udah ..., ..., ..., ..., ditambah ... pula. Nambah2in ... ja. Rifda jengkel banget! Walau Rifda dimusuhn ma nk2 sperti mreka, Rifda tetep sneng kug. Tpi, Rifda jga harus tetp jaga2 klo mereka brbuat onar. Alhamdulillah, beberapa bulan nie Rifda jga mau lulus. Jdi bisa jauh2 ma mreka. Hempt,,,

2. Haduh,,, Ternyata sbgai ket.kir.mat. tu malelahkn jga. Pa lagi harus nyiapin buat knjungan skolah k.UM tuk liat bulan n bintang. Pusing! Dah gitu, yg bernasib sma kya aku dah ga mau ngurusi lagi. Pdhal blum buat surat izin, proposal n bulan dah mau hilang lagi. Hadew,,,

Gmana ea caranya Rifda nyelesaiin smua masalah tu? Pa lagi tempatnya jga di satu lokasi yg pastinya bisa sling terpengaruh. O ea, Rifda lupa! Rifda n tmen2 jga msih sbuk nyiapin diklat jurnalistik.

TIDAK! Kenpa banyak bnget yg harus dslesaikn? !@#$%^&*()

NOTE : (...) sensor

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Senin, 14 September 2009

Keganjilan



Ku terjebak jurang kehidupan
Angin-angin meniup raga mungilku ini
Hingga tak mampu menangkisnya
Matahari pun telah memerangiku
Buatku melayang terjun bebas
Di sini ku hanya seorang
Ditemani senyuman embun pagi
Hanya dia yang peduli dengan ratapanku
Membuatku seperti bintang di angkasa
Dan bulan yang menghiasi bumi
Dalam setiap tarian napas hidupku
Ku persembahkan dalam jiwaku

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Di Balik Makna Hidup



Hidupku seperti nelayan miskin
Hidup dengan hempasan ombak
Kematiannya bergantung pada marahnya ombak
Tapi di tengah itu…
Ikan membantu perjuangannya
Tak luput…
Takdirku seperti mereka
Melayang-layang di udara bumi
Bagai debu yang dikucilkan
Seperti mereka yang menunggu nasib kepitingnya
Hingga tak temukan paus yang mengambang
Apa yang harus ku lakukan?
Ku tak bisa lakukan apa-apa
Di sini ku hanya sendiri
Tanpa lelehan kasih sayang
Hingga waktu berlalu…
Tak ku sadari…
Ada yang dapat membuka gua tawaku
Gua yang tertutup hingga jutaan tahun
Sampai buatku…
Temui makna hidupku
Yang ku cari dalam napas hidupku

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Batu Hatiku



Ku rangkai kau di hatiku
Yang selalu beri pupuk tiap hari
Air sayang dan sentuhan cinta
Buatku terperanjak mati sejenak
Jantung mendrum dengan lantang
Tak ketinggalan…
Darah mengalir deras
Mereka tak kuasa lihat kejernihan hatimu
Dalam suapan tawa dan muntahan tangis
Ku tak akan pernah berjanji
Untuk mengabdi ketulusanmu
Walau ku menarik luka kegembiraanmu
Dan tak ada yang dapat menggesermu
Tapi, ku tak tahu lagi
Apa yang berjalan esok
Karena udangku tak untuk ramalan belaka
Ku percaya…
Akan ada yang mendongkrak batu hati ini
Dan tak untuk saat ini
Walau itu ucapan terakhirku
Ku akan selalu menyimpanmu



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Renungan,,,



Hoahmmmm,,,
Bangun tdur-cuci muka-buka komputer,,,
Wehehehe,,,

Pndok Ramadhan klas khusus kmarin merubah separuh hdupku. Sekarang ku mnjadi lbih tenang n damai. Masalah-mslah yg tak pntas q pkirkan lagi, tlah ku tinggalkan dengan knangan-knangan yg mnghilang dngan sndirinya. Di sini ku hanya brusaha lbih baik dri hari kmarin. Selamat tinggal knangan lampau! I love Allah, my mother, my father, en my brother,,,

Huft,,,
Awalnya, mum ga ngizinin aku ikut pondok ramadhan (PR) ni dengan alasan da acara menginapnya. Tapi stengah jam sbelum acra dimulai, mum menyatakan kalau Rifda boleh ikutan PR. Horeeee,,,,

Awal ku msuk ruang multimedia, ku merasa minder, krena yg ikut PR ni tu hanya murid2 plihan ja, seperti ketua kelas, ketua pengembangan diri, perwakilan klas. Haddeeeew... Dengan basmalah, ku awali kgiatan PR ni...

Seperti biasa, pertama diisi dengan materi, materi, materi, materi, materi trus sampai jm 12 mlem. Tapi di antara para materi itu, da selingan yg diisi dengan permainan, sholat berjama'ah, break, en ishoba (akhirnya buka tiba, da belewah, sayur, nasi, sambal, ikan, dll. Alhamdulillah...). Huft,, tired n sleepy,,, Mnurutku, meteri yg pling menegangkan tu di saat melatih dakwah secara spontan di muka umum. Apalagi da someone yg liat Rifda, bisa mati kata Rifda.Untung ja Rifda gug maju ke depan dikarenakan da halangan sakit. Horeeee... en Alhamdulillah...

Ktika jm 12 tepat, Rifda en teman-teman digiring ke lab. bahasa. Di sini lah puncak acaranya, yaitu renungan yg dibimbing oleh pk Muzakin. Di sini pula tangisan-tangisan histeris mengaung dengan lantang, karena di sini adalah tempat penyadaran atas seluruh kesalahan kita, perenungan atas sikap Rifda en teman2 kepada Allah dan orang tua. Di sini diingatkan tntang kematian. Jika orang tua kita meninggal esok hari. Jika kita meninggal hari ini juga dan mendapat siksa api neraka. Huft,,, Apalagi sekolah berniat akan mendatangkan pocong2an sperti thun kmarin. Jngan deh...

Stelah jm 1, saatnya istirahat en tidur. Tapi cuma 90 mnit. Huft... Sedihnya, Rifda kena penyakit gug bisa nafas waktu tidur. Dengan amat terpaksa, saat itu Rifda mengikrarkan jika Rifda tidak tidur dan duduk2 saja dengan ditemani gelap gulita yg menakutkan...

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Rabu, 09 September 2009

Uji Keberanian



Buruknya dunia jika tanpa adik cowok. Tragisnya dunia jika ada orang yang tak punya malu. Huhuhu…

Kemarin adalah hari yang menyiutkan bagi Rifda. Apalagi disaat melaksanakan puasa Ramadhan. Cobaan… Cobaan… Tapi, ada sepenggal rasa senang yang menyerang.

Liburan gini pasti membosankan kalau hanya bertapa di dalam rumah. Untung ja Rifda ada janji ma cucu’ (Maaf banget ya Ika, karena ku pake’ nama itu). Jam 6 pagi Rifda sudah menenteng sepeda. Wuih, pagi banget ya! Yups, itu untuk menghindari proyek perumahan yang sedang dalam pembangunan. Yang paling Rifda dan cucu’ takutkan, di sana ada Mr. Tukang-Mr. Tukang pengganggu. Selain itu, kita juga menyamar jadi seorang cowok. Pake’ topi, rambut diikat, celana panjang, jaket, n kepala menunduk trus tentunya. Pokoknya gaya cowok banget.

Saat itu kita belajar jadi fotografer, berpetualang di hutan, sampai terjun bebas di dunia maya. Wow!

Suddenly, Rifda n cucu’ ketemu adik Rifda dengan darah mengucur di kaki n tangannya. Olala… ternyata dia jatuh dari sepedanya. Untung ada si calon dokter Rifda yang ga takut darah 'en bisa merban luka-luka itu (karena pemaksaan ke anak PMR untuk ngajari Rifda. Padahal dia lagi ngerjakan pr).

Karena sudah siang, akhirnya Rifda dan adik pulang. Tapi, kita harus lewati proyek perumahan itu. Huft… Dengan ramuan sholawat nabi, Rifda dan adik berjalan. Dag... dig... dug... DUAR, ternyata benar, Rifda digodain ma Mr. Tukang-Mr. Tukang yang ga punya malu itu. Syukur ada adik cowok yang siap melindungi, walaupun sedang terluka. Sholawat… Sholawat… Wow, ternyata berjuta manusia laki-laki tersimpan di sini dan Rifda adalah satu-satunya manusia perempuan. Sholawat… Sholawat… Doa’ pengusir anjing… Sholawat… Sholawat... Akhirnya, dengan selamat Rifda dan adik berhasil menembus Penjara Azkaban itu. Alhamdulillah… Ternyata Allah masih menyayangi Rifda dan adik Rifda…

Di cerita ini, banyak sekali yang dapat kita ambil.
1. Selalu sabar saat mendapat cobaan.
2. Gunakan waktu untuk hal yang positif.
3. Persiapkan cita-cita sedini mungkin.
4. Sayangi 'en lindungi adik (jangan kaya' Rifda! Justru adik Rifda yang melindungi Rifda).
5. Percaya Allah kapan pun, di mana pun.

Kalau ingin berkomentar tentang tulisan Rifda yang tak rupawan ini, silahkan berkomentar! Rifda akan selalu siap mendengarkan.

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Senin, 07 September 2009

Kenaland-kenaland



Hi, guys!

Akhirnya ku berhasil buat blog jjga. stelah 9 kali mngalami keggalan. alhamdulillah ja deh.

Knalin nmaq Rifda Nisrinawati Maulina. Panggil ja Rifda. q skrang lgi mnjabat sbgai seorang murid di skul ku tercinta yg bernama SMP Negeri 1 Singosari. Trus alamat rumahku tu di atas tanah perumahan persada bhayangkara (kalo pngin tau blokx, tanya ndiri ke orangx ea!). Di sini q tnggal ma mama, papa,n adek.q yg nggemesin banget. Selain itu, Rifda juga ditemani banyakbanget sahabat, di antaranya ada Ika, Indy, Verena, Atulz, Pinta, en msih banyak lagi.

Cukup smpe di sini dulu perkenalan kita! Rifda udah mulai terserang penyakit ngantuk nie...

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO